Sedikit Biografi Guy de Maupassant
Friday, September 20, 2013
Henry
René Albert Guy de Maupassant,
adalah seorang penulis novel serta cerpen terkenal prancis. Dia lahir pada 5 Agustus 1850 di Château de Miromesnil, Tourville-sur-Arques dan
meninggal pada tanggal 6 Juli 1893 di Paris.
Masa kecilnya hidup di daerah pesisir, di
rumah “les Verguies” di Etretat. Dia di
besarkan di daerah yang alami. Pada umur tiga belas tahun, Maupassant menjadi
murid di Gereja Yvetot atas
permintaan ibunya. Di gereja inilah Maupassant mulai membuat syair dan
mengkritik tentang agama kemudian dia dikeluarkan. Kemudian, dia melanjutkan
sekolah menengahnya di Rouen dan
bertemu dengan penulis terkenal perancis pada masa itu, Gustave Flaubert.
Pada tahun 1870, Maupassant mendaftar
sebagai sukarelawan dalam perang Perancis-Prusia
(Jerman). Setelah perang selesai, dia membayar orang lain untuk menggantikan
dirinya menyelesaikan wajib militernya dan meninggalkan Normandia untuk menetap
di Paris. Di Paris, dia melewatkan sepuluh tahun hidupnya untuk menjadi
Departemen angkatan laut dan Pendidikan. Tahun 1875, ia mempublikasikan cerita
pertamanya “La Main Écorchée” di Lorraine
Almanac Pont-à-Mousson.
Masa kejayaan Maupassant de maupassant
dialami pada tahun 1880-1890. Dia menerbitkan enam novel dan diantaranya ia buat
menjadi cerita-cerita pendek. Ia menerbitkan “La Maison Tellier” yang sukses
besar. Lalu novel kedua yang berjudul “Bel-Ami”. Tahun 1889, saudaranya Hervé yang berada di rumah sakit Val de Marne meninggal yang sebelumnya
gila. Melihat saudaranya meninggal, Maupassant mengalami trauma yang mendalam
terhadap kematian.
Pada malam 1-2 Januari 1892, ia mencoba
bunuh diri dengan pistol tetapi berhasil diselamatkan. Tanggal 6 Juli 1893, Maupassant
meninggal dunia akibat penyakit yang di deritanya. Dia dimakamkan di
Pemakaman Montparnasse, Paris.
Ada empat hal dalam kehidupan yang
berhubungan dengan tulisan Maupassant, yaitu:
1. Selama perang Perancis-Prusia (Jerman), Maupassant
banyak mengambil latar dan tema dalam suasana perang tersebut karena dia
mengalami hampir sepuluh sampai lima belas tahun untuk menjadi sukarelawan
perang. Seperti dalam cerpen: Boule de Suife,
Mademoiselle Fifi, Deux Amis, Le Père Milon, La Folle, dll.
2. Dalam karya-karyanya, Maupassant selalu
menjadikan tokoh wanita sebagai korban kekerasan, wanita tidak berdaya dan
selalu menjadi tersia-sia oleh lelaki. Dalam cerita Jean seorang gadis petani
di La Petite Roque, Miss Harriet, dll.
Kemudian penekanan yang signifikan dalam Boule
de Suife, Mademoiselle Fifi, La Maison Tellier, dll. Sedangkan dalam tema
keluarga dan anak, kekerasan wanita terjadi di Pierre et Jean Boitelle, Aux Champ, L’enfant, En Famille, dll.
3. Maupassant mempunyai pemikiran yang sangat
menjunjung tinggi dari pada apapun.
4. Keadaan gangguan jiwa maupassant, dia
mengalami depresi yang dia curahkan dalam tuliasan-tulisan tangannya, Une Vie, Bel-Ami, La Petite Roque, Fort Comme
La Mort, dll. Kadang dia juga mengangkat tema alam karena dia dulu hidup di
daerah pedesaan dan laut. Seperti: Une
Vie, Pierre et Jean, Les Rivières atau Les Marais.

0 comments: